Matkul : Jaringan Komputer ( Deli Novera/ 12.5B.27/ 12165318)
1. Jelaskan Fungsi-Fungsi dari Protokol di bawah ini:
a) ICMP
b) POP3
c) SMTP
d) FTP
e) ARP
jawab :
a) ICMP ( Internet Control Message Protocol) berfungsi :
- Memmbantu proses error handling ( melaporkan apabila terjadi error pada sebuah jaringan) disini ICMP akan melakukan tindakan-tindakan ketika terjadi error didalam sebuah jaringan.
- Membantu Control Prosedur
Dengan adanya ICMP ini maka setiap jaringan komputer dapat berjalan sesuai dengan prosedur dan ketentuan yang ada sehingga tidak akan mengalami kesalahan dalam proses transmisi jaringan tersebut.
- Menyediakan pengendalian error dan pengendalian arus pada network layer atau lapisan jarigan
ketika bekerja sebuah jaringan akan memiliki beberapa macam lapisan atau layer-layer tertentu yang mana setiap data harus melewatinya. maka itu ICMP bertugas melakukan pengendalian terhadap arus yang akan masuk kedalam masing-masing layer tersebut.
- Mendeteksi terjadinya error pada jaringan seperti connection lost, kemacetan jaringan,dan lain-lain.
Ketika ICMP mendeteksi terjadinya error, biasanya router atau perangkat keras jaringan lainnya akan akan memberi tanda kepada ICMP, contohnya host tidak bisa dijangkau pada saat itu ICMP akan menerima dan mendeteksi hal tersebut kemudian melaporkan situasi dimana terjadi error
b) POP3 berfungsi untuk menyimpan sementara e-mail yang terkirim didalam sebuah e-mail server kemudian meneruskannya kedalam e-mail client dimana baru akan terespon ketika e-mail tersebut sudah dibuka oleh user yang berhak.
c) SMPT ( Simple Mail Transfer Protocol ) fungsinya untuk melkukan transfer e-mail kepengguna berbasis IP address.
d) FTP ( File Transfer Protocol ) berfungsi untuk tukar-menukar file dalam suatu network yang mensupport TCP/IP protocol.
e) ARP (Address Resolution Protocol ) berfungsi sebagai penerjemah alamat logis berupa IP Address menjadi alamat fisik yaitu Mac Address.
2. Berikan Penjelasan Mengenai kelebihan dan Kekurangan Ipv4 dan
Ipv6?
a) Internet Protokol versi 4
Kelebihan :
- - Tidak
mensyaratkan ukuran paket pada link layer dan harus bisa menyusun kembali paket
berukuran 576 byte.
- - Pengelolaan
rute informasi yang tidak memerlukan seluruh 32 bit tersebut, melainkan cukup
hanya bagian jaringannya saja, sehingga besar informasi rute yang disimpan di
router, menjadi kecil. Setelah address jaringan diperoleh, maka organisasi
tersebut dapat secara bebas memberikan address bagian host pada masing-masing
hostnya.
- - Panjang
alamat 32 bit (4bytes).
- - Dikonfigurasi
secara manual atau DHCP IPv4.
- - Dukungan
terhadap IPSec opsional.
- - Fragmentasi
dilakukan oleh pengirim dan pada router, menurunkan kinerja router.
- - IPv4
yang hanya memiliki panjang 32-bit (jumlah total alamat yang dapat dicapainya
mencapai 4,294,967,296 alamat). IPv4, meskipun total alamatnya mencapai 4
miliar, pada kenyataannya tidak sampai 4 miliar alamat, karena ada beberapa
limitasi, sehingga implementasinya saat ini hanya mencapai beberapa ratus juta
saja.
b) Internet Protokol versi 6
Kelebihan :
- - Format
header baru. Header baru IPv6 lebih efisien daripada header pada IPv4
(karena memiliki overhead yang lebih kecil). Hal ini diperoleh dengan
menghilangkan beberapa bagian yang tidak penting atau opsional.
- - Jumlah
alamat yang jauh lebih besar. Dengan spesifikasi bit untuk alamat standar
sebanyak 128-bit memiliki arti IPv6 akan mampu menyediakan 2128
kemungkinan alamat unik. Walaupun tidak semuanya akan dialokasikan namun sudah
cukup untuk keperluan masa mendatang sehingga teknologi semacam NAT pada IPv4
sudah tidak perlu lagi digunakan.
- - Infrastruktur
routing dan addressing yang efisien dan hirarkis. Arsitektur pengalamatan IPv6
yang hirarkis membuat infrastruktur routing menjadi efisien dan hirarkis juga.
Adanya konsep skup juga memudahkan dalam manajemen pengalamatan untuk berbagai
mode teknologi transmisi.
- - Kemampuan
Plug-and-play melalui stateless maupun statefull address auto-configuration.
Pada teknologi IPv6, sebuah node yang memerlukan alamat bisa secara otomatis
mendapatkannya (alamat global) dari router IPv6 ataupun cukup dengan
mengkonfigurasi dirinya sendiri dengan alamat IPv6 tertentu (alamat link local)
tanpa perlu adanya DHCP server seperti pada IPv4. Hal ini juga akan memudahkan
konfigurasi. Hal ini penting bagi kesuksesan teknologi pengalamatan masa depan
karena di Internet masa depan nanti akan semakin banyak node yang akan
terkoneksi. Perangkat rumah tangga dan bahkan manusia pun bisa saja akan
memiliki alamat IP. Tentu saja ini mensyaratkan kesederhanaan dalam
konfigurasinya. Mekanisme konfigurasi otomatis pada IPv6 ini akan memudahkan
tiap host untuk mendapatkan alamat, menemukan tetangga dan router default
bahkan menggunakan lebih dari satu router default untuk redundansi dengan
efisien.
- - Keamanan
yang sudah menjadi standar built-in.Jika pada IPv4 fitur IPsec hanya bersifat
opsional maka pada IPv6 fitur IPsec ini menjadi spesifikasi standar. Paket IPv6
sudah bisa secara langsung diamankan pada layer network.
- - Dukungan
yang lebih bagus untuk QoS. Adanya bagian (field) baru pada header IPv6
untuk mengidentifikasi trafik (Flow Label) dan Traffic Class untuk prioritas
trafik membuat QoS yang lebih terjamin bisa diperoleh, bahkan ketika payload
dari paket terenkripsi dengan IPSec dan ESP.
- - Berbagai
protokol baru untuk keperluan interaksi antar node.
Adanya
protokol baru misalnya Network Discovery dengan komunikasi multicast dan
unicast yang efisien bisa menggantikan komunikasi broadcast ARP untuk menemukan
neighbor dalam jaringan.
- - Ekstensibilitas.
Di masa
depan IPv6 dapat dikembangkan lagi fitur-fiturnya dengan menambahkanya pada
extension head.Kekurangan :
- Operasi
IPv6 membutuhkan perubahan perangkat (keras dan/atau lunak) yang baru yang
mendukungnya.
- Harus
ada pelatihan tambahan, serta kewajiban tetap mengoperasikan jaringan
IPv4, sebab masih banyak layanan IPv6 yang berjalan di atas IPv4.